Para siswa juga turut menerima pembekalan tentang bahaya tawuran dan hukuman yang akan menanti jika terlibat tawuran. Bawondes mengatakan, sekolah harus punya sanksi yang tegas terhadap siswanya yang terlibat tawuran.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara gencar sosialisasikan kampanye anti tawuran kepada siswa. Foto: Adinda Septia Putri/Telisik

 

Tawuran umumnya terjadi saat jam-jam kosong di sela kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, Bawondes mengimbau sekolah-sekolah untuk lebih memperketat jam pelajaran, jangan sampai membiarkan ada jam kosong yang membuat siswa di luar pengawasan sekolah.

Setiap sekolah juga wajib membentuk tim satgas khusus yang betugas memberantas dan mencegah tawuran dan kekerasan antar siswa. Satgas ini punya andil besar untuk mendamaikan jika ada pertikaian antar siswa dan membekali siswa untuk saling menghormati perbedaan suku, ras, dan agama.

Setiap SMA dan SMK di Sulawesi Tenggara diwajibkan untuk membentuk tim satgas anti tawuran. Foto: Repro Smkn4kendari.sch.id