KENDARI, TELISIK.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) belum mendapatkan laporan mengenai adanya siswa yang putus sekolah karena dampak wabah COVID-19.
Plt. Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio menyampaikan, jika ada siswa yang putus sekolah karena masalah ekonomi dampak COVID-19, maka akan dicek data kependidikannya di masing-masing sekolah karena sampai saat ini belum ada laporan mengenai hal tersebut.
Saat ini juga seluruh siswa yang masuk sekolah tidak dikenakan biaya. Tetapi jika didapatkan siswa yang putus sekolah karena orang tuanya terkena PHK, maka itu masuk dalam kategori orang tua miskin baru karena dampak COVID-19.

