
Namun, pelaksanaannya baru bisa dilakukan pada tahun 2024 karena sebelumnya terkendala masalah bahan baku.
Menurut Yusmin, program ini akhirnya terealisasi setelah menggunakan anggaran perubahan tahun 2023 sebesar Rp110 juta. Dengan anggaran ini, setiap SMK di Sultra kini mampu memproduksi seragam sekolah secara mandiri.
Program ini diharapkan terus berkembang dengan anggaran yang lebih besar pada tahun mendatang.
Produksi seragam dilakukan menggunakan peralatan yang telah memenuhi standar industri. Dengan adanya fasilitas ini, hasil produksi siswa SMK diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga bersaing dari segi kualitas.
