Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan psikolog dan dalam waktu dekat akan menggelar program psychology education di sekolah-sekolah.
Program ini bertujuan memberikan edukasi psikologis, pendampingan mental, serta penguatan karakter siswa agar mampu mencegah praktik perundungan dan kekerasan sejak dini.
Selain pendampingan di sekolah, tim dari Dikbud Sultra juga turun langsung ke lapangan dengan mengunjungi rumah siswa yang diduga terdampak bullying.
Aris memaparkan bahwa Langkah ini dilakukan untuk memberikan atensi khusus kepada siswa dan orang tua, sekaligus memastikan kondisi psikologis anak tetap terjaga.
Sebagai upaya pencegahan lainnya, pihaknya telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh sekolah terkait pembatasan dan pemanfaatan telepon genggam (handphone) di lingkungan sekolah.
