Sementara, konten bisa dari masing masing sekolah. Artinya, setiap sekolah kontennya bisa berbeda, karena setiap guru dan sekolah berbeda sehingga metode beda meski silabus sama.
Baca juga: Tahun Ajaran Baru, Dikbud Konawe: Tetap Belajar di Rumah
"Dengan aplikasi itu diharapkan guru bisa lebih familiar," kata Haryadi, yang menambahkan, akan terus mengkaji sistem pembelajaran supaya guru bisa melakukan interaksi secara lancar dengan peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Asrori, menjelaskan, penerapan aplikasi tersebut masih dalam proses ujicoba di SMPN 4 Yogyakarta sebagai pilot project.
Nantinya akan terus dilakukan evaluasi. "Ketika nanti sudah berhasil, maka akan diterapkan di sekolah lain," kata Budi Asrori.
