Selian itu, Kepala Dikmudora Kendari, Makmur menuturkan, untuk mewujudkan sekolah inklusi memerlukan beberapa komponen mulai dari fasilitas sekolah, guru yang berkompeten, hingga kesiapan orang tua sang anak.
"Jika anak kita berkebutuhan khusus ringan, kami arahkan ke sekolah reguler. Tapi jika si anak berkebutuhan khusus seperti tunarungu atau tunanetra, kami arahkan ke SLB yang memang bisa memfasilitasi pembelajaran mereka," tuturnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Kendari, Sri Lestari Sulkarnain mengungkapkan, anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama dalam mendapatkan aksesibilitas, termasuk pendidikan.
"Tentu anak-anak kita yang berkebutuhan khusus tetap mendapat perhatian sebagai bagian bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa," katanya. (A)
Reporter: Apriliana Suriyanti
