Dosen AS yang mengetahui kondisi kehidupan PE merasa terharu. Pasalnya, PE hidup bersama neneknya dan kesulitan saat memenuhi kebutuhan hidup. Atas dasar itu, AS mengirimkan uang sebesar Rp 600 ribu ke rekening PE untuk tambahan pembayaran UKT.
“Saya titip pesan, supaya itu uang dibayarkan UKT dan segera menawar mata kuliah,” katanya.
Beberapa hari setelah uang tersebut dikirim, PE yang saat itu berada di Kabupaten Muna langsung bertolak menuju Kota Kendari untuk membayar UKT sekaligus melakukan penawaran.
Selanjutnya, pada Jumat (26/8/2022) PE menginformasikan ke AS, berkat bantuannya itu, dia bisa melanjutkan kuliah dan melepas cutinya.
“Dia WA saya, dia laporkan semuanya sama saya,” kata AS.
