Meski dilarang peredarannya oleh pemerintah, telur ayam infertil ternyata masih banyak ditemukan di pasaran. Di mana beberapa waktu lalu, polisi menggrebek gudang milik pedagang sembako yang menjual telur infertil di Kota Tasikmalaya. Di tangan pedagang, telur-telur kiriman dari Lampung itu dihargai lebih murah dari telur ayam ras.

Baca juga: Warga Yogyakarta Kembangkan Lorong Sayur

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita menjelaskan, sebenarnya telur HE layak konsumsi. Namun, telur HE lebih cepat membusuk karena berasal dari ayam betina yang sudah dibuahi pejantan.

"Terkait telur HE sebenarnya pada aturan yang ada adalah integrator (perusahaan breeding) tidak boleh memperjualbelikan telur itu. Walaupun sebenarnya telur tersebut layak dikonsumsi," jelas Ketut beberapa waktu lalu.

Telur yang cepat membusuk, membuat telur HE tak bisa diperdagangkan di pasar. Ini mengingat distribusi telur yang bisa sampai berhari-hari hingga ke tangan konsumen.