Sayangnya, saat ini kita tidak berada di zaman kejayaan Islam. Banyak kerusakan yang mendera kaum muda, yang pada akhirnya membuat mereka lupa hakikat penciptaan di dunia ini. Banyak generasi muda yang ‘tersihir’ dengan kata sukses yang dinilai dengan capaian prestasi dunia semata.
Standar manusia zaman now kerap menghubungkan prestasi gemilang dengan materi. Ini terjadi, akibat serangan pemikiran yang bukan berasal dari Islam. Contohnya saja, paham sekularisme, liberalisme, hedonisme, pluralisme dan isme yang lainnya.
Lihat saja apa yang terjadi di generasi kita saat ini, mereka berbangga diri jika di waktu muda sudah memiliki rumah megah, mobil mewah, naik pesawat kelas eksekutif, liburan lintas negara, makan-makan ke tempat yang mahal, dan bertemu dengan orang-orang populer. Dan semua itu, dipamerkan di beranda sosial media.
Tim peneliti dari Royal Society for Public Health and Young Health Movement melakukan riset terhadap media sosial dan menemukan bila dunia medsos, terutama Instagram merupakan platform media sosial yang paling buruk untuk kesehatan mental dibandingkan platform media sosial lain.
Hal ini sejalan dengan apa yang dilaporkan oleh Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), survei kesehatan mental nasional pertama yang mengukur angka kejadian gangguan mental pada remaja 10-17 tahun di Indonesia, menunjukan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental sementara satu dari dua puluh remaja Indonesia memiliki gangguan mental dalam 12 bulan terakhir.
