Mereka memiliki semangat yang sulit dipadamkan. Terlebih pemuda adalah peletak bangkitnya peradaban gemilang yaitu peradaban Islam. Maka kokohnya sebuah peradaban berawal dari kuatnya pemikiran, ilmu dan ketakwaan para pemudanya.

Sebut saja Mush’ab bin Umair, yang kecintaannya terhadap Islam membuatnya rela menanggalkan segala popularitas dan kemewahan dunia yang ia miliki semata untuk memperjuangkan Islam.

Untuk para generasi muda, renungkanlah ayat-ayat Al-Qur’an sebagai detoksifikasi atas serangan pemikiran yang melanda sendi-sendi kehidupan kita saat ini. Perhatikan ayat berikut ini, lalu renungkanlah. Allah SWT berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.

Baca Juga: Memperkuat Nilai Luhur IDI dalam Menghadapi Lingkungan yang Berubah

Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (TQS. Ali Imran: 185). Ayat di atas menjelaskan sejumlah pelajaran: