1. Setiap manusia akan mati. Ketika mati maka semua kenikmatan kehidupannya akan terputus.
2. Balasan pahala yang sempurna adalah di hari kiamat, bukan di dunia, jadi dunia bukanlah tempat balasan dan juga bukan ukuran prestasi hakiki.
3. Orang-orang yang beruntung adalah yang diselamatkan dari siksa neraka dan mendapatkan tempat di jannah.
4. Kehidupan dunia adalah kesenangan yang menipu/ memperdaya, dan ini Allah simpan di bagian belakang ayat utuk menguatkan fakta bahwa kualitas dan kuantitas kehidupan dunia tidak selevel dengan kenikmatan akhirat.
Oleh karena itu, sudah saatnya kita selamatkan generasi bangsa dari kerusakan yang melanda. Mengembalikan potensi mereka dengan penanaman dan pengajaran Islam yang sempurna. Berkepribadian Islam dan memiliki pemikiran mendalam tantang Islam dan syariat-Nya. (*)
