Di Indonesia sendiri, Din sering dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah yang kritis kepada kebijakan pemerintah. Selain dikenal sebagai cendikiawan, akademisi, dia juga dikenal sebagai tokoh yang sangat pluralis dan toleran terhadap agama lain. Meski toleran tehadap orang lain, ia terkenal punya sikap dan prinsip Islam yang kuat.
Tidak salah bila ketokohan dan keilmuannya, pada tahun 2014, diganjar sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menggantikan KH. Sahal Mahfudz karena meninggal dunia. Pada periode berikutnya, Din Syamsuddin diberi amanat menjadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI 2015-2020.
Baca juga: Jusuf Hamka, Mualaf Sukses Penyantun Duafa
KELUARGA:
Istri
