Kemungkinan memperbesar koalisi memang akan terjadi. Meski begitu, Koalisi dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024 diyakini bahwa peta koalisi pendukung pasangan Prabowo-Gibran jika terpilih dan dilantik belum akan cepat berubah dari kekuatan partai-partai pendukungnya. Untuk memahami dinamika koalisi pasca pemilu, berikut uraiannya.
PPP Memungkinkan Pindah Lebih Cepat
Partai politik yang bisa didekati kemungkinan besar oleh pemerintahan terpilih nanti memungkinkan adalah Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ketiga partai ini tak bisa diabaikan hingga hari ini masih berada di pemerintahan. Sehingga wajar ditenggarai akan menjadi target memperbesar koalisi oleh pemerintahan ke depan.
PPP diyakini lolos parlemen, PPP tercatat memperoleh 4,05 persen jika mencermati hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 23 Februari 2024. Kabar ini menjadi kabar positif, sebab PPP ditenggarai yang amat mudah untuk diajak bergabung dalam pemerintahan.
Sebab, PPP butuh konsolidasi internalnya untuk menguatkan organisasi kepartaiannya ke depan.
