Baca Juga: Persaingan Cawapres dengan Capres, Jika Prabowo-Gibran Terpilih
Malah PPP sempat terancam tak lolos ambang batas parlemen. Saat ini, meski PPP berdasarkan real count sementara KPU lolos, tetapi angka 4 persen semata bukan patut dibanggakan dengan suka cita, sebab tak lebih baik daripada Pemilu Serentak 2019 lalu.
Diyakini Prabowo juga tak terlalu sulit mengajak PPP. PPP dibahasakan saat ini sedang dalam kondisi lemah secara organisasi. Bergabung di pemerintahan dinilai hal positif bagi PPP. PPP juga menyadari partai ini tak punya pengalaman sebagai oposisi. PPP juga diyakini membutuhkan jaringan di kementerian dan logistik untuk membiayai konsolidasi partai politik pasca pemilu.
Nasdem Berpikir Cermat
Nasdem diyakini jadi target penting untuk digoda, hanya saja Nasdem tidak akan mudah berpindah haluan. Prabowo ditenggarai membutuhkan Nasdem, didasari dari pembelajaran Presiden Jokowi bahwa loyalitas Nasdem begitu kuat dalam mendukung pemerintahan.
