Hubungan yang tak harmonis Nasdem dengan Tim Sukses Anies serta Anies yang tidak sepenuh hati mau mengikuti arahan Nasdem, menjadi penilaian untuk perubahan sikap Nasdem ke depannya. Nasdem juga memungkinkan menggunakan narasi atas nama persatuan dan kesatuan, dan membangun negeri, maka Nasdem akan mau bergabung di pemerintahan.
Hubungan baik antara Prabowo Subianto sebagai capres terpilih, Surya Paloh selaku ketua umum Nasdem, dan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar menjadi perekat dari kemungkinan bergabungnya Nasdem. Hubungan baik ketiganya menjadi modal dasar dari tidak terjadinya gejolak partai-partai koalisi pemerintahan yang telah tergabung sejak awal, ketika harus menerima bergabungnya Nasdem.
Meski begitu, ditenggarai Nasdem butuh waktu agak lama untuk menerima ajak bergabung dalam koalisi pemerintahan. Narasi maupun alasan yang terbaik juga mesti dipersiapkan oleh Prabowo agar Nasdem menerima tawaran bergabung di pemerintahan. Hal ini penting karena Nasdem tak ingin dianggap sebagai partai pragmatis.
NU dan PKB Dibutuhkan
Pemerintahan yang akan terpilih nanti diyakini PKB juga begitu diperhitungkan. PKB memiliki basis massa terbesar yakni Nahdlatul Ulama (NU), dan harus diakui Pemilu 2024 ini bahwa perolehan suara PKB sedang amat baik sebab hampir menyeluruh di berbagai daerah PKB memperoleh kursi. Kelincahan berpolitik Cak Imin juga memang diperlukan oleh pemerintah. Bahkan, ceplas-ceplos Cak Imin rasanya amat dirindukan pemerintah untuk menghangatkan internal koalisi pemerintahan.
