Jadi PKS adalah partai yang coba didekati tetapi enggan diseriusi, sebab PKS yang kurang membuka diri. Kita juga bisa mengacu kepada ketika Koalisi Indonesia Maju (KIM) menerima bergabungnya Partai Demokrat (PD), tetapi KIM tidak berusaha menarik PKS yang pada saat itu juga tidak cocok dengan Nasdem dan sebenarnya juga ingin mengikuti jejak PD.

PDIP tentu akan menolak bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran jika terpilih dan dilantik. PDIP sudah menyatakan akan memilih menjadi oposisi pemerintahan. Oposisi PDIP soal harga diri, dampak dari persaingan sengit antara Presiden Jokowi yang telah mempermalukan satu organisasi PDIP, ketika terlempar dari Istana. Ditenggarai kekuatan oposisi akan disisakan dua partai saja yakni PKS dan PDIP.

Sebenarnya PKS masih bisa diajak. Hanya diyakini Prabowo enggan mengajak PKS. Juga Prabowo mempelajari, sekarang saja oposisi pemerintahan Jokowi hanya menyisakan PKS. Meski PKS sebagai oposisi, pemerintah bisa tetap tenang sebab tidak berisik.

Baca Juga: Tinggal Kenangan: 'Cawapres Rasa Presiden,' Jika Ganjar-Mahfud Terpilih

Oposisinya hanya sekadar cari sensasi seperti memberikan sikap tak setuju tanpa disertai kejelasan argumentasinya, bahkan acap memilih aksi walk out ketimbang menyampaikan gagasan yang benar-benar berisi. Jadi PKS meski diluar pemerintahan, tetapi tidak akan terlalu mengganggu, seperti sekarang ini.