Baca Juga: Cara Daftar KIP Digital untuk Kuliah Gratis
Rahmi menjelaskan feses yang dibuang sembarangan, bakteri ecoli yang terkandung di dalamnya akan menjalar melalui udara hingga mengkontaminasi makanan yang dikonsumsi. Hal tersebut menyebabkan penyakit bagi masyarakat dan gizi yang tidak maksimal diserap oleh anak.
Kota Kendari sendiri sudah mendapat penghargaan sebagai kota sehat yang melaksanakan pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan bebas buang air besar sembarangan.
Hal inilah yang menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat stunting di Kota Kendari dibandingkan kabupaten lain, di samping masyarakatnya yang lebih urban dan teredukasi dalam memenuhi gizi pada anak.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya ibu hamil untuk memeriksa kandungannya di puskesmas minimal sembilan kali semasa kehamilan. Hal ini rupanya yang sering menjadi masalah karena banyak ibu dan bayi yang perkembangan gizinya tidak terpantau.
