Lebih lanjut, Muhammad Ridwan mengungkapkan, penemuan penderita TBC ini sempat mengalami hambatan, khususnya pada masa pandemi COVID-19 lalu.

Dimana, kata dia, pandemi COVID-19 telah memberikan dampak signifikan terhadap upaya penemuan kasus TBC. Pembatasan aktivitas sosial, kebijakan physical distancing, dan penundaan layanan kesehatan selama pandemi, menjadi faktor utama yang memengaruhi angka penemuan kasus TBC.

Olehnya itu, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan upaya penemuan kasus TBC setelah pandemi COVID-19 berlalu. Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara akan mengambil langkah-langkah strategis, termasuk distribusi obat-obatan dan fasilitas lainnya, serta melibatkan sumber daya manusia yang handal dalam penemuan kasus TBC.

Baca Juga: PJ Bupati Buton Tengah Prioritaskan Pencegahan Peredaran TBC

Setelah melakukan evaluasi terhadap kasus TBC di wilayah Sulawesi Tenggara, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk meningkatkan penemuan kasus TBC.