“Kolaborasi antar instansi ini diharapkan dapat mengoptimalkan penemuan kasus TBC dan memberikan perawatan yang tepat kepada pasien,” pungkasnya.

Sebagai tambahan, dikutip dari alodokter.com, penularan tuberkulosis (TBC) terjadi ketika seseorang tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) saat seseorang yang terinfeksi TBC bersin atau batuk. Oleh sebab itu, risiko penularan penyakit ini lebih tinggi pada orang yang tinggal serumah dengan penderita TBC.

TBC pada paru-paru akan menimbulkan gejala berupa batuk lebih dari 3 minggu yang dapat disertai dahak atau darah. Selain itu, penderita juga akan merasakan gejala lain, seperti demam, nyeri dada dan berkeringat di malam hari. (B-Adv)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali