“Gerakan Pangan Murah (GPM) ini sudah dilakukan sebanyak 256 kali, dan pada tahun ini Sultra telah melaksanakan sebanyak 62 kali. Dengan adanya GPM, inflasi kita bisa terjaga dengan baik. Saat ini inflasi Sultra berada di angka 1,05, jauh di bawah angka inflasi nasional yang berkisar antara 1,5 hingga 3,5 persen,” jelas Ari Sismanto.
Sebagai bagian dari upaya menstabilkan pasokan pangan, Dinas Ketahanan Pangan Sultra juga menyediakan beras subsidi untuk 219.428 keluarga penerima manfaat di seluruh Sultra pada bulan Desember ini, dengan masing-masing menerima 10 kg beras.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan juga telah mendirikan kios-kios pangan di lima kabupaten di Sultra untuk mempermudah masyarakat mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Stabilisasi pasokan tidak hanya dilakukan melalui GPM, tetapi juga dengan intervensi distribusi, terutama dengan memfasilitasi transportasi pangan dari daerah surplus ke daerah yang mengalami defisit. Ini adalah bentuk intervensi pemerintah agar masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga yang wajar,” ujar Ari Sismanto.
Mengenai ketersediaan pangan di Sultra, Ari memastikan bahwa stok pangan, terutama beras, dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras di Sultra mencapai sekitar 140.000 ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 4-5 bulan ke depan.
