Baca Juga: Ratusan Calon Jamaah Umrah Kembali Batal Berangkat

Baca Juga: Kendari Surabi Biba Tempat Nongkrong Klasik, Recommended untuk Anak Milenial

Wa Iba menambahkan, pengembangan pariwisata di Sulawesi Tenggara memiliki manfaat sosial ekonomi jangka panjang, tetapi dalam prosesnya ternyata masih menemui tantangan dari sektor lain, termasuk pertambangan. Selain itu sarana transportasi yang belum memadai, rute yang panjang serta ketidakpastian jadwal penerbangan, masih menjadi tantangan utama hingga hari ini.

“Untuk pariwisata jelas akan lebih banyak manfaat sosial ekonomi dalam jangka panjang. Sedangkan kegiatan lain seperti tambang, hanya mendapatkan manfaat jangka pendek walaupun secara ekonomi hasil tambang terlihat lebih besar,” kata Wa Iba.

Untuk itu, lanjutnya, kemitraan dan kolaborasi multi pihak merupakan salah satu kata kunci yang tidak boleh dilupakan dalam perencanaan dan pengelolaan sebuah destinasi. Pelibatan semua pemangku kepentingan sejak inisiasi, perencanaan hingga pemasaran dan penerimaan wisatawan di sebuah destinasi harus melibatkan banyak pihak, agar pengalaman kunjungan mereka akan berkesan dan menjadi salah satu daya tarik yang akan melekat selamanya – bahwa destinasi wisata Sulawesi Tenggara sesuai ekspektasi. (B)