Selain itu, pihaknya juga telah menyampaikan ke pengelola SPBU-N Sapoiha agar tidak mengubah identitas SPBU-N menjadi SPBU.
"Kami sudah tegur agar merubah nama dari SPBU ke SPBU-N karena kata SPBU-N itu identitas jadi tidak boleh dirubah," ucapnya.
Lebih lanjut, Askar menuturkan, hingga per Juni 2021 total nelayan di Kolut yang memiliki kartu Kusuka sebanya 1.362 neyalan, sementara rekomendasi yang telah dikeluarkan untuk kelompok nelayan sejak Juni 2020 sampai September 2021 sebanyak 200 rekomendasi.
"Berdasarkan pengakuan pengelola, per Minggunya 8000 liter solar masuk ke SPBU-N Sapoiha dan sebulan masuk 50.000 liter atau 5 ton dengan volume 6 kali sebulan," pungkasnya.
Terkait agenda hearing, Ketua Komisi III DPRD Kolut, Abu Muslim saat dikonfirmasi menuturkan, jika hearing akan dilaksanakan Minggu depan dengan menghadirkan pengelola SPBU-N Sapoiha, Dinas Perikanan, Pemerintah Desa, dan pihak-pihak terkait.
