Sedangkan 3 orang lainnya, menurut Idris, terkena penyakit serius sehingga dianggap kurang produktif dalam membina kelompok tani di Buton Selatan.
Keterbatasan jumlah penyuluh pertanian ini berdampak pada kesulitan dalam melakukan pelayanan kegiatan penyuluhan di kalangan petani dan masyarakat.
Melihat kondisi jumlah kelompok tani yang ada saat ini, Idris menyebut idealnya satu tenaga penyuluh pertanian ditugaskan membina dua desa sekaligus. Dengan skema kelompok tani yang terdiri dari 8 orang dapat dibina satu tenaga penyuluh.
"Namun, bila kelompok tani hanya terdiri 4 orang, maka diarahkan untuk bergabung dengan kelompok tani desa tetangga," kata Idris.
Idris melanjutkan, dari 60 desa dibutuhkan sekitar 35 orang tenaga penyuluh pertanian, 7 orang ditempatkan di kecamatan sedangkan sisanya ditempatkan pada desa yang tersebar di Buton Selatan.
