Unding mengungkapkan, permasalahan tersebut terjadi di ujung drainase baru, di mana terdapat drainase lama yang sudah rusak dan tertutup oleh tumpukan tanah.

"Saat hujan deras, daya tampung drainase lama tidak mampu mengalirkan air dengan maksimal menuju pembuangan," kata Unding, Kamis (16/1/2024).

Sebagai langkah awal, pihaknya sudah memerintahkan tim untuk membersihkan tumpukan tanah yang menghambat aliran air di luar area pekerjaan drainase baru. Pembersihan diharapkan dapat mengurangi genangan air yang terjadi saat curah hujan tinggi.

Baca Juga: KM Peling Express Rute Kaledupa-Wanci Mulai Beroperasi

Dinas PUPR berencana membangun kembali drainase yang rusak di Desa Kombikuno, yang berjarak sekitar 100 meter dari pekerjaan drainase yang baru.