“Kami menyerahkan piagam penghargaan dan parcel kepada delapan tokoh pejuang, yang terdiri dari satu pahlawan nasional dan tujuh tokoh pejuang asal Sulawesi Tenggara,” ujar Haris.
Beberapa penerima penghargaan yang hadir melalui ahli waris mereka antara lain Ali Mazi, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Usnia, sebagai ahli waris pahlawan nasional Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yii Ko).
Penghargaan juga diberikan kepada Yusran A. Silondae, ahli waris Jakub Silondae, tokoh pejuang asal Kendari, dan H. Woon Laola, ahli waris La Ola, tokoh pejuang kemerdekaan dari Buton.
Selain itu, penghargaan juga diserahkan kepada Ronald Sabara, ahli waris Mayjen TNI (Purn) Eddy Sabara, tokoh pejuang asal Kendari; Dr. Fikri Joenoes, ahli waris Brigjen TNI (Purn) Madjid Joenoes, tokoh pejuang asal Kolaka; La Ode Aswar Efendi, ahli waris La Ode Muhammar Idrus Efendi; Hj. Gusti Isnaniah Ginting, ahli waris Supu Yusuf; dan Kamsel Alikamrit, ahli waris Ali Kamri.
Baca Juga: Tamatan SMA Dominasi Pengangguran di Sulawesi Tenggara pada Agustus 2024
