"Pernyataan Rajiun yang meminta bupati mundur, sangat lucu dan tidak menunjukan sikap kedewasaan. Rajiun masih belum move on, karena dua kali 'keok' di Pilkada," sindir Safaruni, Selasa (28/4/2026).

Belajar dari dua kali kalah di Pilkada Muna, lanjut pria yang karib disapa Kresek itu, Rajiun harusnya banyak intropeksi diri.

"Kritik itu penting, tapi harus yang bernutrisi. Bukan membuat propaganda, karena ambisi yang belum tersalurkan," katanya.

Kresek menerangkan, masing-masing pemimpin miliki gaya berbeda dalam membangun daerahnya. Contohnya saja ketika Rajiun menjadi Pj bupati dan bupati definitif, dengan porsi keuangan yang besar, tidak mampu mewujudkan wajah Daerah Otonomi Baru (DOB). Pembangunan tidak terarah dan perkantoran masih menggunakan gedung balai desa.

Kresek merasa geli dengan pujian Rajiun terhadap Bupati Mubar, La Ode Darwin. Kata dia, biasanya ketika memuji seseorang, pasti ada maunya atau bisa jadi, ketakutan jangan sampai kebobrokannya selama memimpin dibongkar.