Bahkan kata Samsul, apa yang diucapkan oleh Herry Asiku melukai hati para kader di tingkat kota. Terlebih, Partai Golkar memiliki mekanisme sendiri dalam mendorong kader untuk maju dalam kontestasi politik, terlebih pada Pilwali.

Salah satunya, melalui usungan dari pengurusan tingkat paling bawah untuk dibawa ke tingkat DPD kabupaten/kota kemudian dilanjutkan ke DPD I provinsi lalu berakhir ke tingkat pusat.

"Itu sangat melukai hati kami sebagai kader di tingkat bawah. Kenapa hanya satu nama yang disebut, padahal banyak yang berpotensi," cetusnya.

Padahal, tambah dia, saat ini pihaknya tengah fokus dalam perapian struktur pasca Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kendari beberapa waktu lalu.

"Ini dilakukan supaya kita tidak kecolongan lagi seperti Pilwali sebelumnya," ucapnya. (B)