Ia menekankan bahwa Perumda harus dikelola secara profesional, karena statusnya adalah perusahaan yang seharusnya mencari keuntungan, bukan sekadar menjalankan fungsi sosial.
Baca Juga: Bupati Muna Mau Habisi Preman di Pasar Laino, Kapolres: Laporkan di 110
Ke depan, pihaknya berencana mengembangkan beberapa pasar menjadi pasar tematik dengan konsep khusus, seperti Pasar Wua-Wua yang akan dijadikan sebagai pasar elektronik.
Selain itu, Wali Kota Kendari juga menyoroti soal pengelolaan sampah. Wakil Wali Kota mempertanyakan kontribusi pasar terhadap Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), karena jumlah sampah yang dihasilkan besar namun tidak ada pemasukan yang tercatat dari pasar.
"Saya tanya ke DLHK, ternyata pasar-pasar ini tidak menyumbang. Ini jadi pertanyaan, apakah pembayaran dilakukan resmi atau langsung ke petugas? Kalau pakai anggaran Perumda, harus ada kejelasan ke mana larinya uang itu," tegasnya.
