Baca Juga: Pasar Murah Baubau Diserbu Warga, Pemkot Subsidi Rp 350 Juta
Ia mengungkapkan, dalam mengelola pasar pihaknya menghadapi tantangan besar. Meskipun total pendapatan pada tahun 2024 mencapai sekitar Rp 4 miliar, keuntungan bersih yang dihasilkan setelah penyusutan dan pajak hanya Rp 104 juta. Dari jumlah itu, sesuai ketentuan, 51% atau sekitar Rp 53 juta disetorkan ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Biaya operasional kami masih tinggi. Dari 110 pegawai yang tersebar di tujuh pasar, honor terendah untuk petugas kebersihan Rp 1,5 juta, sementara security Rp 1,75 juta dan kolektor Rp 1,85 juta per bulan,” ujarnya.
Selain itu, salah satu beban operasional yang disoroti adalah biaya listrik. Saifuddin meminta agar pemerintah kota mempertimbangkan subsidi listrik hingga Agustus 2025, karena selama ini pedagang tidak terbiasa membayar listrik secara mandiri. (A)
Penulis: Erni Yanti
