Dalam pertemuan itu akhirnya terungkap bila disertasi yang dimaksud tak seperti apa yang dikhawatirkan selama ini. Disertasi tersebut mengangkat judul "Pengaruh Implementasi Kebijaksanaan Nilai-Nilai Budaya Sara Pataanguna dan Kepemimpinan Pemerintahan Terhadap Pembangunan di Kota Baubau" dan rujukannya berasal dan diambil dari Sara Pataanguna.
"Sara Pataanguna ini menyusun kesetaraan dan keadilan. Jadi menurut saya, meskipun dibolak-balik diktumnya tidak apa-apa. Berbeda dengan falsafah inda-indamo arata somanamo karo dan seterusnya. ini harus tersusun, tidak boleh diubah," jelas Tamrin saat menjawab pertanyaan audiens.
Dirinya menyadari jika PO-5 yang gaungkan saat ini mendapat banyak penolakan dari berbagai pihak. Namun Ia takan memaksa orang lain untuk menerima pendapat ini. Tapi Ia juga meminta agar tidak dipaksa untuk mengikuti pendapat orang lain soal hal itu.
Baca juga: Masyarakat Kolaka Timur Keluhkan Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki
"Saya sadar, belum selesai menjabat saja sudah banyak yang tidak sepakat dengan PO-5. Tapi silakan saja, saya juga tidak risau. Yang perlu diketahui bahwa lahirnya PO-5 tidak tiba-tiba. Peradaban manusia ini berkembang terus dari mesopotamia sampai masuknya Islam ini berkembang terus. begitu juga dengan adat dan kebudayaan berkembang juga," terangnya.
