"Apabila ada warga yang terkonfirmasi terkena DBD, langkah tanggap yang kami ambil adalah melakukan fogging di sekitar wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar wabah tidak meluas," katanya kepada Telisik.id saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pencegahan DBD tidak hanya dilakukan melalui fogging. Pihak Dinas Kesehatan juga menerapkan abatisasi, edukasi, dan proses penyerahan kepada masyarakat. Abatisasi dilakukan dengan memberikan larutan pembunuh nyamuk pada tempat-tempat berpotensi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab DBD.

Baca Juga: Dinkes Sulawesi Tenggara Validasi Data Temuan Penyakit Pasca COVID-19

Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang cara-cara pencegahan dan menghindari gigitan nyamuk menjadi fokus penting dalam menangani masalah ini.

Dikutip dari kemkes.go.id, DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes terutama Aedes aegypti.