KENDARI, TELISIK.ID - Menjaga ketahanan kesehatan penting dilakukan oleh sebuah negara. Dengan masyarakat yang sehat, akan menciptakan produktivitas yang tinggi. Salah satu upaya untuk itu, dapat dilakukan dengan vaksin dan imunisasi.

Vaksin dan imunisasi dapat menjaga kekebalan tubuh masyarakat dari PD3I (penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara saat ini tengah menggenjot kegiatan imunisasi anak di 17 kabupaten/kota. Sejak tahun 2019, kegiatan imunisasi sempat terhenti karena pandemi COVID-19 yang mengharuskan pembatasan sosial. Namun pasca pulih dari COVID-19, tahun ini Dinkes menarget imunisasi harus tercapai di atas angka 90 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Sulawesi Tenggara, dr. H. Muhammad Ridwan, M.Si mengatakan, ada beberapa jenis vaksin dalam program imunisasi yang diberikan kepada masyarakat khususnya anak.

Vaksin tersebut antara lain DPT-HB-Hib untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, serta pnemunomia (radang paru), dan meningitis (radang selaput otak). Vaksin measles dan rubella (MR) yaitu vaksin yang untuk mencegah measeles (campak) dan rubella (campak Jerman), vaksin inactive poliovirus vaccine (IPV) yaitu vaksin untuk mencegah polio yang diberikan melalui suntikan.