Muh Ridwan juga menambahkan, cara deteksi kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). Caranya seperti SADARI tapi yang periksa dokter atau bidan di Puskesmas atau klinik.

Kalau ditemukan benjolan atau masalah sesuai gejala di atas, maka harus dirujuk ke Rumah Sakit atau Dokter Onkologi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan alat penunjang diagnostik yaitu USG atau Mammografi.

Dokter Wiwi Sri Widhowati, selaku perwakilan dari Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara mengatakan, masyarakat sering memotivasi agar periksa SADANIS minimal 1 tahun sekali atau jika SADARI menemukan benjolan, jangan malu dan khawatir, lebih cepat dideteksi lebih baik.

"Jangan menunda-nunda atau mencari pengobatan sendiri dengan ramuan tradisional atau orang pintar. Tetapi tetap harus periksa secara medis agar dapat ditangani dan diobati lebih cepat," ungkapnya. (A-Adv)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan