“Yang jelas kita sudah mengetahui bahwa vaksin itu adalah salah satu bagian dari penanggulangan pandemi wabah COVID-19, selain 3M,” ungkapnya.

Lagipula, tambahnya, sebelum vaksin tersebut didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia, telah dilakukan uji klinis di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Insyahallah aman, makanya kita menunggu izin edar dari BPOM, dan tentunya juknis dari pemerintah pusat," ujarnya, Jumat (8/1/2021).

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 20.400 dosis vaksin COVID-19 sudah tiba di Sulawesi Tenggara. Vaksin ini sasaran utamanya adalah tenaga kesehatan (Nakes) sebagai kelompok prioritas. Setelah itu baru menyasar ke masyatakat umum. (B)

Reporter: Siswanto Azis