"Kekuatan-kekuatan ini ... berupaya mengganggu proses ini dan menarik AS ke pihak mereka," kata Galuzin dalam keterangan yang diterima telisik.id, Rabu (24/9/2025).

"Mereka menggunakan metode-metode yang tidak bermoral seperti tuduhan tak berdasar terhadap Rusia atas pelanggaran wilayah udara negara-negara NATO atau pengiriman drone ke wilayah mereka."

Galuzin menegaskan bahwa tuduhan pelanggaran udara sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat. Menurutnya, langkah komunikasi antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump di Alaska baru-baru ini semestinya menjadi sinyal penting bahwa jalur diplomasi untuk krisis Ukraina masih terbuka.

Namun, ia menilai ada pihak di Eropa yang justru tidak menginginkan penyelesaian politik berlangsung mulus.

Tuduhan terhadap Rusia kembali menguat setelah Perdana Menteri Estonia Kristen Michal menyatakan bahwa pemerintahannya telah meminta konsultasi dengan sekutu NATO berdasarkan Pasal 4 Pakta Atlantik Utara.