"Intinya harapan saya dalam video yang beredar itu tidak ada satu pun yang menghina atau merendahkan suku bangsa, dan memang tidak diperbolehkan, tapi Anies untuk maju sebagai presiden itu hak dia dan itu bisa, secara undang-undang dia mempunyai hak untuk maju, seperti itu. Dan tidak ada menghina, menyebut, tidak ada. Dan tidak boleh di dalam kontestasi demokrasi menghina dan merendahkan suku bangsa tidak boleh itu melanggar undang-undang," katanya.

Ia menyebut setiap warga negara memiliki hak untuk memilih tokoh berdasarkan pilihan politiknya masing-masing. Ia menegaskan, ada tokoh lain yang dianggap merupakan tokoh terbaik bangsa lainnya.

"Tapi ada pilihan terbaik lain, jadi ada banyak putra bangsa Indonesia terbaik, Anies Baswedan juga putra bangsa Indonesia terbaik, Ganjar Pranowo juga putra bangsa Indonesia terbaik, Prabowo Subianto juga putra bangsa Indonesia terbaik, tetapi pilihan politk saya ada pada putra bangsa terbaik siapa? Kan gitu, bukan yang lain tidak baik, bukan bukan, bukan yang lain tidak bangsa Indonesia. Jadi jangan kebakaran jenggot hanya karena beda-beda pemikiran, bukan," katanya.

Ia menegaskan dirinya tidak memilih Anies bukan karena alasan tertentu. Umar Bonte menyebut dirinya sama sekali tidak rasis.

"Saya tidak memilih Anies bukan karena dia bukan orang Indonesia, bukan, bukan begitu logikanya, cuman dalam video itu tidak sempat memberikan penjelasan secara utuh karena itu kan singkat, begitu," ujarnya.