Kecelakaan yang menimpa Hamka di bulan Februari tahun 2020 lalu menyebabkan kakinya patah dan remuk. Saat dibawa ke Rumah Sakit Antam Pomalaa, Hamka dianjurkan dokter untuk segera melakukan operasi. Namun karena keterbatasan ekonomi dan tak punya biaya, ia akhirnya dipulangkan oleh keluarga hari itu juga. Ia yang setengah sadar saat itu hanya bisa pasrah dan menerima keadaan.
(1).jpg)
Berbekal obat dari rumah sakit, Hamka dirawat di kediamannya tanpa bantuan alat medis apapun. Tulang kaki yang seharusnya dioperasi pada akhirnya hanya bisa diobati dengan obat seadanya seperti serai dan obat tradisional yang didapatnya dari anjuran para tetangga.
Baca Juga: Open Donasi, Biaya Perawatan Rumah Sakit Ibu Ini Belum Tercukupi
Akibatnya karena tidak adanya penanganan khusus dari dokter ahli, menyebabkan Hamka merasakan sakit yang tiada henti hingga sekarang. Gerobak kecil dan tongkat dijadikan Hamka sebagai alat bantu jika ia ingin berjalan dan bergerak atau sekedar ingin ke kamar mandi. Jika Hamka berdiri lama, ia akan merasakan pusing yang kadangkala tidak dapat ditahannya.
