“Kasus ini sebenarnya kasus tumor di usus. Pasien sudah berobat di Makassar dan sudah mengetahui menderita tumor usus. Di Makkasar dilakukan tindakan radioterapi, jadi prosedur penanganan tumor usus sudah dilakukan di sana," ungkapnya, Senin (9/12/2019).
Selain itu, saat pulang, pasien ini mengalami ostrupsi atau buntunya jalan keluar kotoran karena ada adesi perlengketan di usus paling bawah yang menuju anus.
Sjarif menambahkan, dokter melakukan live saving sebagai tindakan untuk penyelamatan jiwa dengan cara kolonus tomi, tujuannya adalah untuk membebaskan sumbatan aliran tadi di usus besar karena jalan keluar melalui anus sudah tidak mungkin karena adanya perlengketan.
"Jadi usus dikeluarkan ke dinding perut sehingga kotoran yang dimakan dikeluarkan, dan ini sudah tindakan final terminal pada kanker usus," ucapnya.
Baca Juga: Kisruh RSUD, Ketua DPRD: Salah Manajemen dan Perencanaan
