Indikator itu antara lain keunikan produk, spesifikasi dan kualitas produk, proses produksi, potensi pasar dan positioning, kapabilitas finansial, potensi desa, manajemen bisnis, dan indikator infrastruktur.
"Hasil dari skoring ini, Klaster Kakao di Kabupaten Kolaka Utara memiliki klasifikasi desa devisa quick wins, sehingga klaster ini eligible (memenuhi syarat) untuk memperoleh pendampingan desa devisa LPEI dengan pemenuhan gap dilakukan selama setahun," urainya.
Tindak lanjutnya, ujar dia, LPEI bersama Kemenkeu Satu, Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupatan Kolaka Utara, akan memberikan petani kakao melalui serangkaian pendampingan mencangkup pendampingan manajemen usaha kakao berorientasi ekspor dan kelembagaan.
Peningkatan kualitas mutu biji kakao, pendampingan prosedur, dokumen ekspor, dan penyuluhan perpajakan, pendampingan perluasan akses pasar, dan pendampingan fasilitasi akses pembiayaan.
"Tujuan pendampingan antara lain meningkatkan kompetensi manajemen, kapasitas produksi, memperluas area pemasaran ekspor, dan memiliki rencana bisnis, ekspor. Sehingga desa devisa menjadi bankable dan menciptakan ekspor berkelanjutan," tukasnya.
