Hal tersebut dinilai provokatif, karena tujuan politik klaim tidak lain adalah menggiring opini. Sehingga, jika tujuan itu tercapai namun berbeda dengan hasil hitung resmi penyelenggara pilkada, maka potensi aksi penolakan sangat besar.
Baca juga: RAPI Akan Menang jika Pilkada Muna Tak Curang
"Hal itu juga menunjukkan adanya korelasi dengan skenario rusuh yang dituduhkan pada paslon TERBAIK," ungkapnya.
Ia memastikan ada dua hal yang potensial yang bisa terjadi akibat buah dari klaim politik itu. Pertama, klaim tersebut tidak saja memastikan sudah menang, tapi juga mematok kemenangan, tidak bisa lagi bergeser alias harga mati.
Hal ini merupakan bentuk penolakan dini atas hasil perhitungan resmi dari KPUD.
