JAYAPURA, TELISIK.ID - Nama seorang polisi muda asal Muna, Sulawesi Tenggara, mendadak menjadi sorotan nasional. Bripda La Ode Sultan ditangkap setelah terbukti menjual amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.
Tindakannya dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara dan institusi Polri yang telah memberinya kepercayaan.
Fakta-fakta tentang jenis amunisi yang dijual pun mengungkap keterlibatan mendalam dalam jejaring separatis bersenjata.
Penangkapan seorang oknum anggota Polri bernama Bripda La Ode Sultan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz mengguncang institusi kepolisian dan publik nasional.
Polisi muda asal Muna, Sulawesi Tenggara itu ditangkap di wilayah Lanny Jaya, Papua Pegunungan, karena menjual amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
