1 lembar uang Rp100.000

Aksesori ponsel dan tas selempang hitam

PW dalam keterangannya juga menyebut bahwa uang pembelian amunisi berasal dari pria yang dipanggilnya “Om”, yang tak lain adalah Komari Murib. Uang itu diserahkan melalui arahan dari Ainar Kogoya, seorang tukang ojek di Tiom, yang memberikan nomor telepon “Om” kepadanya.

Transaksi amunisi yang dilakukan Bripda Sultan ini juga disaksikan oleh seorang rekannya bernama Ando Wenda. Dalam pengakuan tertulis PW, disebutkan bahwa saat transaksi berlangsung, Sultan datang berboncengan dengan Ando menggunakan motor Vixion.

Kejadian ini langsung menyebar luas di media sosial. Beredar narasi yang menyebutkan bahwa Bripda La Ode Sultan merupakan polisi baru yang baru tiga bulan bertugas di Polres Lanny Jaya. Asal-usulnya dari Walengkabola, Muna, Sulawesi Tenggara, menambah atensi publik, terutama masyarakat dari kampung halamannya.