Wakatobi MPA CoE menawarkan empat tema utama pelatihan yang meliputi pengorganisasian komunitas, transformasi pasar, pemantauan keanekaragaman pesisir, laut, dan tata kelola kawasan konservasi perairan.
"Pada setiap tema tersebut memiliki pembagian porsi sebesar 30% untuk materi teori dan 70% untuk praktik langsung di lapangan bersama para praktisi dan komunitas yang terdapat di Wakatobi," katanya.
Salah satu penerima beasiswa pelatihan, Arip, anggota kelompok Konservasi Alam Bawah Laut (KABL) Desa Sukarame, Banten, mengatakan, dengan adanya pelatihan ini sangat bermanfaat untuk kelompoknya, terutama untuk mempelajari dan mengaplikasikan metode rehabilitasi terumbu karang yang baru.

"Disana itu terumbu karangnya sudah rusak akibat praktik perikanan dan wisata yang tidak bertanggung jawab, maka kami yang tadinya sebagai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berinisiatif membentuk kelompok KABL yang fokus pada rehabilitasi terumbu karang.
