"Saya tidak pernah ada jarak. Pintu rumah terbuka terus, jadi kapan pun bisa diskusi," ungkapnya.
Paling santer saat ini yang dia diserang adalah soal timbunan kawasan Motewe dan pelebaran Jalan Warangga. Isunya, akibat pembangunan itu, ia akan diproses hukum. Ia pun hanya menanggapinya dengan santai. Menurutnya, itu isu murahan.
Yang perlu dipahami adalah kawasan Motewe, jangan hanya dilihat dari penimbunannya. Akan tetapi, ada bangunan monumental yang akan dibangun. Dimana, pada lantai satu untuk gedung perkantoran satu pintu dan lantai dua, untuk aula pertemuan yang dapat menampung ribuan orang.
Begitu juga dengan pelebaran Jalan Warangga dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas, akibat mobilitas kendaraan yang sangat tinggi. Kemudian, Warangga didesain sebagai sebagai rest area untuk menghilangkan kesan keangkeran, sehingga masyarakat yang melalui jalur itu bisa nyaman. (B)
Reporter: Sunaryo
