YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Klepon tengah jadi perbincangan di Twitter lantaran disebut "tidak Islami". Lantas, sebenarnya bagaimana sejarah dan makna dari makanan ini?
Klepon tengah jadi pembicaraan di Twitter pada hari Selasa, 21 Juli 2020, karena sebuah meme yang berisikan bahwa "Kue klepon tidak islami". Meme ini menjadi pro-kontra.
Terlepas dari Islami atau bukan, klepon adalah makanan tradisional. Bentuknya bulat, berukuran kecil. Warna umumnya hijau, dengan taburan kelapa parut yang gurih menambah cita rasa. Di dalamnya ada gula merah. Saat digigit, gula merah itu meleleh memenuhi mulut, memberikan sensasi manis khas yang tidak berlebihan.
Kue klepon juga termasuk dalam kelompok jajanan pasar yang masih populer hingga saat ini. Karena harganya yang murah dan mudah didapat di pasar.
Tak hanya memperkaya kuliner nusantara. Klepon juga dihargai sebagai salah satu warisan budaya yang menjadi simbol atas identitas kolektif suatu daerah atau kelompok, sebagaimana dituliskan Bessire dalam buku "Local Development Heritage: Traditional Food and Cuisine as Tourist Attractions in Rural Areas" (1998).
