Komando militer itu kemudian menjelaskan, sang ibu terpaksa harus melahirkan di dalam pesawat dan sempat mengalami komplikasi.
"Komandan pesawat memutuskan untuk menyesuaikan ketinggian untuk meningkatkan tekanan udara di dalam pesawat, yang membantu menstabilkan dan menyelamatkan nyawa sang ibu," tulis pusat komando itu.
Setelah pesawat mendarat, ibu Afghanistan dan bayinya yang baru lahir itu langsung dibawa ke fasilitas medis terdekat. Keduanya kini dalam keadaan sehat.
Mendengar kabar tersebut, Wolters mengaku senang karena dapat menjadi saksi momen bersejarah dalam satu keluarga kecil Afghanistan.
Sembari berkelakar, ia berkata, "Seperti yang kalian bayangkan, menjadi pilot jet tempur Angkatan Udara, mimpi saya adalah melihat anak kecil bernama Reach itu tumbuh dan menjadi warga negara AS dan menerbangkan jet Angkatan Udara AS di Angkatan Udara kami." (C)
