“Kalau tahun lalu yang dibantu itu beras, nah untuk tahun ini Kota Kendari mendapat 27 ribu KPM atau keluarga penerima manfaat mendapat bantuan pangan per bulan dan minyak goreng 4 liter per kepala keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, program bantuan minyak goreng tersebut membuat stok di pasaran ikut berkurang karena distribusi langsung dilakukan kepada masyarakat penerima bantuan.

“Sehingga karena ini minyak goreng program baru, itu juga salah satu barangkali sehingga minyak goreng ini agak kurang di pasaran karena banyak yang langsung kita bantu ke masyarakat itu pertama,” katanya.

Selain itu, dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu juga memengaruhi distribusi pangan di Kota Kendari. Pemerintah Kota Kendari kemudian mengusulkan bantuan pangan tambahan kepada pemerintah pusat.

“Alhamdulillah malam itu juga dikabulkan pada saat datang Kepala Badan Pangan di Kendari, dan kedatangan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, kami juga dibantu 1.500 sachet minyak goreng dan beras,” ungkap Abdul Rauf.