"Sehingga pergerakan arus barang lebih lancar," ujarnya.
Rajulan menyampaikan, untuk di 2023, pihaknya telah menjalankan programnya, kemudian kontrak MoU dengan pusat. Jadi tinggal dilakukan evaluasi untuk perbaikan-perbaikan di 2024.

Dengan rapat teknis beberapa waktu lalu, diharapkan dukungan dari kabupaten/kota terkait data-data potensi ekonomi di setiap pelabuhan singgah.
