Prabowo mengatakan Anies lupa ketika dipilih menjadi Gubernur DKI Jakarta tidak lepas dari peran Partai Gerindra yang mengusungnya.

“Mas Anies ini dipilih jadi Gubernur DKI menghadapi pemerintah yang berkuasa, saya musuh bapak. Kalau demokrasi kita tidak berjalan, tidak mungkin Anda jadi gubernur. Kalau Jokowi diktator, Anda tidak mungkin jadi gubernur. Saya waktu itu oposisi, Mas Anies. Anda ke rumah saya, kita oposisi Anda terpilih,” sindir Prabowo yang kemudian melakukan joget gemoy dan spontan disambut tawa para pendukung capres yang hadir.

Ganjar kemudian diberi kesempatan menanggapi pernyataan Anies. Dia menilai, tidak ada demokrasi tanpa partai politik, suka atau tidak suka.

Mantan Gubernur Jawa Tengah ini lalu menyebut partai politik fungsinya adalah agregasi, sumber rekrutmen kader, dan pendidikan politik. Ganjar mengenang ketika dirinya sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) pembahasan UU Partai Politik di DPR RI.

Ketika itu, menurutnya, saat perdebatan penguatan dari sisi anggaran, penguatan dari sisi partisipasi masyarakat mesti dilakukan, saat itu tidak terlalu banyak yang setuju.