“Mas Anies, soal posisi oposisi atau tidak oposisi (itu) soal kepentingan saja, kok. Kapan kita bertemu, kapan kita tidak bertemu dan kemudian kita akan bersikap pada posisi masing-masing. Tapi yang penting pendidikan politik kepada masyarakat itulah yang menjadi PR (pekerjaan rumah, red) besar partai politik agar cepat dewasa,” tutur Ganjar.
Debat panas kembali terjadi saat Anies merespons tanggapan dari Prabowo dan Ganjar. Anies mengatakan, ketika menghadapi proses demokrasi tidak lepas dari pemerintah dan oposisi. Pemerintah dan oposisi, menurut Anies, keduanya sama-sama terhormat.
“Sayangnya tidak semua orang tahan menjadi oposisi, seperti yang disampaikan Pak Prabowo, Pak Prabowo tidak tahan untuk menjadi oposisi. Beliau sendiri menyampaikan bahwa tidak berada dalam kekuasaan membuatnya tidak bisa berbisnis, tidak bisa berusaha karena itu harus berada dalam kekuasaan,” balas Anies.
Anies berpandangan kekuasaan lebih dari soal bisnis dan uang, tapi kekuasaan adalah soal kehormatan untuk menjalankan kedaulatan rakyat.
Prabowo yang berusaha merespons balik pernyataan Anies tidak diberi kesempatan oleh moderator debat, Velerina Daniel dan Ardianto Wijaya, karena waktu debat untuk sub tema penguatan demokrasi telah habis.
